Soal Pemimpin Kafir: Sebanyak 7 Ayat Melarangnya, Tapi Banyak Kaum Muslimin Yang Melanggarnya

Sejumlah ulama heran dengan sikap sebagian kaum muslimin yang ketika diingatkan masalah ini masih menolak. Padahal menurut KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Abdullah Gymanstiar (Aa Gym), ada tujuh ayat di dalam Al Quran yang melarangnya.

“Larangan minum minuman keras, surat Al Maidah ayat 90. Ini ditaati nih, oleh sebagian besar umat Islam. Padahal ayatnya cuman satu,” terang Aa Gym setelah membaca tulisan KH Hasan Abdullah Sahal.

“Larangan makan babi ada dua ayat. Surat Al Baqarah ayat 173 dan surat Al Maidah ayat 3. Dua ayat, dipatuhi oleh umat Islam. Hampir tuh. Yang kurang shalat juga tidak makan babi” lanjutnya.

Yang ketiga, ini yang membuat Aa Gym heran.

“Larangan memilih pemimpin kafir, ada tujuh ayat. Surat Alim Imran ayat 28, Surat An Nisa ayat 144, Surat Al Maidah ayat 57, Surat At Taubah ayat 23, Surat Al Mujadilah ayat 22, Surat Ali Imran ayat 149-150 dan Surat Al Maidah ayat 51. Tujuh ayat menyatakan larangan memilih pemimpin yang tidak seaqidah,” tegas Aa Gym.

Lebih jauh Aa Gym menjelaskan bahwa seorang mukmin yang tidak memiliki apa-apa jauh lebih baik daripada pemimpin setinggi apa pun yang ingkar kepada Allah. 

Berikut ini video lengkapnya:

Tak Menghormati Umat Kristen Beribadah, Satpol PP Papua Tangkap Pedagang yang Berjualan di Hari Minggu

Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo bersama Satpol PP Kabupaten Jayawijaya Papua dengan dibantu Polres Jayawijaya melakukan razia ke sejumlah pasar dan berhasil menangkap para pedagang yang berjualan di hari minggu (2/11/2014).
Seperti dilansir tabloidjubi.com, puluhan mama-mama penjual sayur mayur ditangkap dan diangkut ke halaman rumah dinas Bupati Jayawijaya. Para penjual ini mendapatkan pengarahan bahwa para pedagang melanggar Instruksi Bupati Jayawijaya nomor 03 tahun 2013 tentang larangan aktivitas perdagangan di hari minggu. Hari yang seharusnya digunakan untuk beribadah ke gereja bagi umat Kristen.
Sebenarnya kita sudah berkali-kali ingatkan, tidak boleh jualan hari minggu, tetapi tidak dihiraukan, kita ini kan bukan bangsa kafir, kita warga beriman kepada Tuhan, masyarakat harus sadar bahwa Tuhan sudah kasih kesempatan 6 hari untuk kerja, dan hari minggu diwajibkan pergi ibadah,” ujar Wempi Wetipo kepada wartawan.
Bupati Jayawijaya ini memuji para pedagang Muslim bisa mengikuti instruksi menutup kios-kios pada hari Minggu dan membuka kios mulai dari pukul 14.00 WP, kenapa mama-mama yang di pasar kebanyakan Kristen tidak bisa lakukan,” tambah Wetipo. [islamedia/mh]

Dahsyat!! Berhenti Merokok Sehari Saja, Indonesia Bisa Hemat Rp605 Miliar

Jika para perokok berhenti merokok dalam satu hari, Indonesia dapat menghemat Rp605 miliar. Bahkan dalam satu tahun bisa menghemat hingga Rp217 triliun.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013 dan riset dari Pusat Data dan Informasi Kementerian kesehatan, jumlah penduduk usia 10 tahun yang merokok 24,3%. "Belanja rokoknya, setiap hari Rp605.004.150.000," kata Tulus dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin 30 Mei 2016.
Sebab, 24,3% itu setara dengan 48.400.322 jiwa. Bila rata-rata jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari adalah 12 batang dan harga sebungkus rokok berisi 12 batang Rp12.500, maka belanja rokok setiap hari mencapai Rp605.004.150.000.
Menurut Tulus, jika saja uang itu dialihkan untuk konsumsi makanan bergizi seperti susu, daging, telur dan buah, maka akan membawa dampak yang lebih positif terhadap masyarakat.
"Karena itu, peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia sangat relevan. Bila para perokok itu berhenti merokok, satu tahun bisa menghemat Rp217 triliun," tuturnya.
Tulus mengatakan, Indonesia saat ini telah mengalami darurat konsumsi rokok karena jumlah perokok aktif menempati posisi ketiga di dunia setelah China dan India. Perokok aktif di Indonesia saat ini tidak kurang dari 29,3 persen dari total populasi.
"Konsumsi rokok telah memiskinkan masyarakat, khususnya di rumah tangga miskin. Mereka rata-rata menghabiskan satu bungkus rokok perhari," katanya.
Tulus menyebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun menyebutkan konsumsi rokok pada rumah tangga termiskin menempati posisi kedua setelah beras, mengalahkan pembelanjaan untuk telur, daging, susu dan pendidikan anak.

Awas!! Ini Beberapa Dosa Ibu-ibu pada Tukang Sayur, Silakan Share

Sahabat, dunia ibu tak bisa dilepaskan dari tukang sayur. Bisa dikatakan, orang ini adalah idola dan idaman para ibu. Kehadirannya tiap hari ditunggu dengan harap cemas. Ketidakhadirannya diikuti oleh rasa kecewa, karena stok makanan hari itu terancam. Si ibu terpaksa harus keliling cari tukang sayur lain, atau malah harus pergi ke pasar. 
Sejatinya kehadiran tukang sayur tiap pagi membuat para ibu bisa lebih mudah dan cepat memperoleh bahan menu impian. Tetapi ibu-ibu sering juga bagaikan "musuh dalam selimut" atau "benci tapi rindu" terhadap tukang sayur. Mereka membutuhkan, tetapi di sisi lain mereka ingin menekan tukang yang satu ini.
Tekanan-tekanan itu yang menjadikan para ibu ini melakukan kesalahan/dosa tanpa sengaja. Apa saja "dosa" ibu-ibu pada tukang sayur:

1. Menawar dagangan terlalu murah 
Keunikan belanja di pasar tradisional maupun tukang sayur adalah bahwa kita bisa menawar harga barang. 
Tapi untuk harga sayur/buah/pangan pokok lainnya, biasanya pedagang tidak akan membandrol barang dengan harga yang terlalu tinggi. Apalagi dengan asas persaingan sempurna, mereka tak mau terlalu banyak selisih harga dengan pedagang lain karena kuatir kehilangan pelanggan. Karena itu kita sebaiknya menjaga adab dalam menawar harga. Berilah tawaran harga yang sewajarnya. 
Jangan sampai pedagang melepas barangnya pada kita dengan rasa terpaksa/tidak ikhlas. Keterpaksaan itu bisa mengurangi keberkahan dalam barang yang akan kita konsumsi.

2. Pesan suatu barang tetapi tidak jadi dibeli.
Ketahuilah bunda, modal yang dimiliki tukang sayur itu sudah ada peruntukannya. Dia sudah mempelajari bahan apa saja yang ingin dikulak sesuai kecenderungan konsumen. Jika kita pesan suatu barang tertentu, modalnya akan terpakai untuk kita. Jika kita tak jadi membelinya, tentu menjadi kerugian baginya. Masih bagus jika barang pesanan kita itu ada yang menggantikan. Jika tidak, modal si pedagang akan tertahan di barang tersebut. Ini akan mengurangi kemampuannya kulakan barang di hari berikutnya.

3. Berhutang pada tukang sayur dalam waktu lama, tapi membayar tunai pada toko besar.
Sudah rahasia umum sebagian ibu berhutang pada tukang sayur, bahkan dalam jangka waktu lama. Namun di waktu yang relatif sama, ibu tersebut mampu membeli barang-barang di toko besar/swalayan. Sudah tentu di swalayan ia harus membayar tunai. Bukan masalah jika ibu sedang kesulitan keuangan. Tetapi hendaknya disertai empati untuk menahan keinginan membeli barang-barang lain yang kurang perlu.
Terlalu lama ibu berhutang, membuat tukang sayur menjadi kekurangan modal.

4. Mengutil 
Seorang tukang sayur bercerita pada saya, di tengah keramaian orang belanja, suka ada ibu-ibu yang mengutil barang. Perilaku itu tidak hanya sekali tapi bisa beberapa kali dilakukannya. Juga tidak hanya satu-dua ibu yang melakukan pengutilan itu.
Tukang sayur tidak mau menegurnya karena kasihan jika ibu tsb menjadi malu di hadapan orang banyak.

5. Selalu ingin dilayani lebih dahulu.
Karena ibu-ibu enggan bersabar, tukang sayur menjadi panik. Kadang hitung-hitungan manualnya kacau alias salah harga. Ini juga berpotensi mengakibatkan kerugian.

6. Berinisiatif mengambil bonus sendiri 
Kadang ada ibu-ibu menambahkan suatu barang sebagai bonus/pembulatan harga belanjaannya.
Sebaiknya kita tanya dulu pada tukang sayur apakah ia membolehkan? Akan lebih baik jika ia yang memilihkan/menentukan jenis bonusnya. Sekalipun hanya sebutir tomat kecil yang kita minta, jika harganya sedang tinggi tentu akan memberatkannya.

Demikian hal-hal kecil yang sering dilakukan ibu-ibu terhadap tukang sayur. Semoga kita tak termasuk dalam kategori ibu-ibu yang lalai dalam hal tersebut. 
Kedzoliman kecil yang tanpa terasa kita lakukan tiap hari tentunya bisa makin menumpuk menjadi kedzoliman yang besar, na'udzubillah.
Penulis: Sofia S. Wardani 

Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan Lunas, TOLONG SHARE!!

Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan :

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon.

A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).

Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)


Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.

Semoga kita dapat mengamalkannya dan bermanfaat bagi siapa yang membacanya. Jangan lupa share info penting ini yaaa.

BACA JUGA; 

Hai Para Istri... Ajaklah Suamimu Berhubungan Seminggu 3 Kali, Jika Ingin Karir Suamimu Sukses


Jangan Pernah Lupakan Sejarah!!! Tragedi Kanigoro, PKI Serang Pesantren Dengan Sadis


TEMPO.CO, Jakarta- Masih lekat di ingatan Masdoeqi Moeslim peristiwa di Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965. Kala itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 04.30. Ia dan 127 peserta pelatihan mental Pelajar Islam Indonesia sedang asyik membaca Al-Quran dan bersiap untuk salat subuh. Tiba-tiba sekitar seribu anggota PKI membawa berbagai senjata datang menyerbu. Sebagian massa PKI masuk masjid, mengambil Al-Quran dan memasukkannya ke karung. "Selanjutnya dilempar ke halaman masjid dan diinjak-injak," kata Masdoeqi saat ditemui Tempo di rumahnya di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pekan lalu.

Para peserta pelatihan digiring dan dikumpulkan di depan masjid. "Saya melihat semua panitia diikat dan ditempeli senjata," tutur Masdoeqi, yang kala itu masuk kepanitiaan pelatihan.

Dia menyaksikan massa PKI juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jauhar dan adik ipar pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Makhrus Aly. Ayah Gus Maksum itu diseret dan ditendang ke luar rumah.

Selanjutnya, massa PKI mengikat dan menggiring 98 orang, termasuk Kiai Jauhari, ke markas kepolisian Kras dan menyerahkannya kepada polisi. Menurut Masdoeqi, di sepanjang perjalanan, sekelompok anggota PKI itu mencaci maki dan mengancam akan membunuh. Mereka mengatakan ingin menuntut balas atas kematian kader PKI di Madiun dan Jombang yang tewas dibunuh anggota NU sebulan sebelumnya. Akhir 1964, memang terjadi pembunuhan atas sejumlah kader PKI di Madiun dan Jombang. "Utang Jombang dan Madiun dibayar di sini saja," ujar Masdoeqi, menirukan teriakan salah satu anggota PKI yang menggiringnya.


Kejadian itu dikenal sebagai Tragedi Kanigoro pertama kalinya PKI melakukan penyerangan besar-besaran di Kediri. Sebelumnya, meski hubungan kelompok santri dan PKI tegang, tak pernah ada konflik terbuka.

Meski tak sampai ada korban jiwa, penyerbuan di Kanigoro menimbulkan trauma sekaligus kemarahan kalangan pesantren dan anggota Ansor Kediri, yang sebagian besar santri pesantren. Memang kala itu para santri belum bergerak membalas. Namun, seperti api dalam sekam, ketegangan antara PKI dan santri makin membara.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Idris Marzuki, mengakui atmosfer permusuhan antara santri dan PKI telah berlangsung jauh sebelum pembantaian. "Bila berpapasan, kami saling melotot dan menggertak," katanya. Kubu NU dan PKI juga sering unjuk kekuatan dalam setiap kegiatan publik. Misalnya ketika pawai memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus, rombongan PKI dan rombongan NU saling ejek bahkan sampai melibatkan simpatisan kedua kelompok. Kondisi itu semakin diperparah oleh penyerbuan PKI ke Kanigoro.


Peristiwa di Kanigoro itu pula yang memperkuat tekad kaum pesantren dan anggota Ansor di Kediri, termasuk Abdul, membantai anggota PKI. Pembantaian mencapai puncaknya ketika pemerintah mengumumkan bahwa PKI adalah organisasi terlarang. Abdul dan para anggota Ansor lainnya semakin yakin bahwa perbuatan mereka benar. "Seperti api yang disiram bensin, kami semakin mendapat angin untuk memusnahkan PKI," ujarnya. 

Hati-hati! Gara-gara Terlalu Senang dan Pamer Uang Ratusan Juta di Facebook, Pria Tewas Ini Dibunuh Mengenaskan

Bagi kamu yang suka pamer kekayaan di media sosial, berhati-hatilah. Baru-baru ini ada kejadian saat seorang pria pamer kekayaan di media sosial Facebook ia mati dibunuh oleh perampok.
Pria yang bernama Tony Harris, 50 tahun dibunuh oleh sekelompok perampok gara-gara ia mengunggah foto istrinya Amber Crane sambil memegang tumpukan uang senilai ratusan juta.
“Saya salah meletakkan US$ 60.000. Semoga istri saya tak menghabiskan semuanya,” begitu tulisnya di foto tersebut.

Seperti dilansir dailymail, tiga minggu kemudian, Tony kedatangan perampok yang menyelinap masuk ke rumahnya.
Kemudian, ia ditodong dengan pistol di kepalanya, sedangkan istrinya ditodong oleh perampok lain.
Perampok pun menggeladah rumah Tony untuk mencaariuangnya.
Namun, saat Tony mengatakan bahwa uang itu sebenarnya tidak ada, perampok itu marah dan menembak kepala Tony hingga ia tewas di tempat.
Ketiga anak Tony dan juga istrinya menjadi saksi atas pembunuhan tersebut. Pihak polisi mengatakan bahwa pembunuhan Tony ini memang disebab gara-gara Tony pameruang di Facebook.
“Sebenarnya uang itu tidak ada. Perampok tersebut berusia antara 17 sampai 19 tahun,” kata Kepala Investigasi PembunuhanKepolisian Philadelphia, James Clar. (*)